Lilypie - Personal pictureLilypie Kids Birthday tickers

Kamis, 29 April 2010

Hati

... karena yang paling hakiki tidak ada.

Menurut suatu dongeng India kuno, ada seekor tikus yang
selalu tertekan karena takut kepada seekor kucing. Seorang
tukang sihir merasa kasihan kepadanya lalu menqgubahnya
menjadi seekor kucing. Tetapi kemudian ia menjadi takut
kepada anjing. Maka tukang sihir itu mengubahnya menjadi
anjing. Tetapi ia mulai takut kepada harimau. Maka tukang
sihir itu mengubahnya menjadi harimau, yang merasa takut
kepada pemburu. Pada saat itu tukang sihir menyerah. Ia
mengubahnya menjadi seekor tikus lagi dan berkata, "Apa pun
yang saya lakukan tidak akan membantumu karena engkau
mempunyai hati seekor tikus."

(DOA SANG KATAK 2, Anthony de Mello SJ,
Penerbit Kanisius, Cetakan 12, 1990)

Lanjutan



6. "Di pucuk pohon cempaka.. burung kutilang berbunyi.. bersiul2 sepanjang hari dg tak jemu2..mengangguk2 sambil bernyanyi tri li li...li..li. .li..li.."
Ini juga menyesatkan dan tidak mengajarkan kepada anak2 akanrealita yg sebenarnya. Burung kutilang itu kalo nyanyi bunyinyacuit..cuit.. cuit ! kalo tri li li li li itu bunyi kalo yang nyanyi orang, bukan burung!






7. "Pok ame ame.. belalang kupu2.. siang makan nasi, kalo malam minumsusu.."
Ini jelas lagu orang dewasa dan bukan untuk konsumsi anak2! karena yg disebutkan di atas itu adalah kegiatan orang dewasa, bukan anak kecil.Kalo anak kecil, karena belom boleh maem nasi, jadi .... gak pagi ... gak malem ya minum susu!


8. "Nina bobo nina bobo oh nina bobo... kalau tidak bobo digigit nyamuk"
Menurut psikolog: jadi sekian tahun anak2 indonesia diajak tidur dgn lagu yg penuh nada mengancam


9. "Bintang kecil dilangit yg biru..."
Bintang khan adanya malem, lah kalomalem emang warna langitnya biru?


10. "Ibu kita Kartini...Harum namanya"
Namanya Kartini atau Harum?


11. "Pada hari minggu ku turut ayah ke kota ...naik delman istimewa kududuk di muka"
Nah, gak sopan khan..masa duduk di muka ?? duduk di kursi kek, dipangku atau digendong kek ! !


12. "Cangkul-cangkul, cangkul yang dalam, menanam jagung dikebun kita..."
Kalo mau nanam jagung, ngapain nyangkul dalam-dalam, emang mo bikin sumur?


Lagu- lagu yang sering membodohi kita...

Di Indonesia, banyak sekali lagu yg di ciptakan dengan tujuan dan maksud tertentu. Tapi tak di sadari lagu-lagu itu bukannya mendidik, melainkan membodohi kita.

1. Balonku ada lima .... rupa-rupa warnanya... merah, kuning, kelabu.. merahmuda dan biru... meletus balon hijau, dorrrr!!!"
Perhatikan warna-warnakelima balon tsb, kenapa tiba2 muncul warna hijau? Jadi jumlah balon sebenarnya ada 6, bukan 5!


2. "Aku seorang kapiten... mempunyai pedang panjang...kalo berjalanprok..prok.. prok... aku seorang kapiten!"
Perhatikan di bait pertama diacerita tentang pedangnya, tapi di bait kedua dia cerita tentang sepatunya . Harusnya dia tetap konsisten, misal jika ingin ceritatentang sepatunya seharusnya dia bernyanyi : "mempunyai sepatu baja (bukanpedang panjang).. kalo berjalan prok..prok.. prok.. "nah, itu baru klop!jika ingin cerita tentang pedangnya, harusnya dia bernyanyi : "mempunyaipedang panjang... kalo berjalan ndul..gondal. ...gandul. . atau srek..srek.. srek.." itu baru agak sesuai dgn kondisi pedangnya yang panjang!


3. "Bangun tidur ku terus mandi.. tidak lupa menggosok gigi.. habis mandiku tolong ibu.. membersihkan tempat tidurku.."
Perhatikan setelah habismandi langsung membersihkan tempat tidur. Lagu ini membuat anak-anak tidak bisa terprogram secara baik dalam menyelesaikan tugasnya dan selalu terburu-buru. Sehabis mandi seharusnya si anak pakai baju dulu dan tidak langsung membersihkan tempat tidur dalam kondisi basah dan telanjang!


4. "Naik-naik ke puncak gunung.. tinggi.. tinggi sekali..kiri kanan kulihat saja.. banyak pohon cemara.. 2X"
Lagu ini dapat membuat anak kecil kehilangan konsentrasi, semangat dan motivasi! Pada awal lagu terkesan semangat akan mendaki gunung yang tinggi tetapi kemudian ternyata setelah melihat jalanan yg tajam mendaki lalu jadi bingung dan gak tau mau berbuat apa, bisanya cuma noleh ke kiri ke kanan aja, gak maju2! Selain itu, akan sangat berbahaya untuk anak kecil menaiki gunung... perlu di tekankan kembali.. "naik-naik ke puncak gunung", org dewasa saja belum tentu mampu. Tetapi anak kecil di hadapkan dengan lagu ini. Sungguh ironis dan sangat berbahaya, sebab puncak gunung sangat dingin dan hanya mengandung sedikit oksigen.




5. "Naik kereta api tut.. tut... tut. . siapa hendak turut ke Bandung .Surabaya.. bolehlah naik dengan naik percuma.. ayo kawanku lekas naik..keretaku tak berhenti lama" Nah , yg begini ini yg parah! mengajarkananak-anak kalo sudah dewasa maunya gratis melulu. Pantesan PJKA rugiterus! terutama jalur Jakarta-Bogor ! di tambah lagi bila lagu ini tertanam di hati anak Indonesia, bukan tidak mungkin akan seperti gambar di atas.

Senin, 19 April 2010

1 Jam yang Berarti

Seorang anak yang terlahir dari sebuah keluarga sederhana. Ibunya baru saja dipanggil yang maha kuasa. Anak itu bertanya pada ayahnya "yah, nanti kita bakal ketemu ibu lagi kan di surga?" ayahnya menjawab "yah,, kalo kamu baik di dunia ini, kamu bakal ketemu ibu lagi di surga!" lalu, ayahnya memjawab lagi "tenang aja, emang kenapa kamu tanya kayak gitu?" "iya soalnya ibu guru bilang, manusia pasti berdosa. tidak ada manusia yang sempurna. kata ibu guru, kalau kita kebanyakan dosa bisa gak ada di surga. aku takut kebanyakan dosa yah... kan kalo aku takut tidak bisa ketemu ibu di surga. sambil mengelus kepala anaknya yang tercinta itu, ayahya memjawab " tenang aja. kamu itu anak baik.sekarang kamu bantu ayah cari kayu bakar ya.." dia berpikir sebantar dan memutus kan untuk di rumah, untuk masak. "yah, aku di rumah aja, aku yang masak gantiin ibu"
sepulang ayahnya. ia bertanya "yah,, kalo seseorang pasti berdosa di hidupnya, tapi, mungkin gak setengah dari hidup orang tidak berdosa?" ayahnya sudah hampir bosan menjawab semua pertanyaan nya itu. denga nada agak malas di berkata "gak mungkin. ya udah deh, kamu terusin aja pr mu atau main sama temen". hari demi hari berlalu,, sudah hampir satu minggu dari hari yang penuh pertanyaan. anak itu bertanya lagi "yah, mungkin gak kialo satu tahuuun aja dari hidup seseorang, orang itu tidak berbuat dosa." ayahnya menjawab dengan lembut walaupun agak bosan "tidak sayang ku". dengan penuh penasaran dia masih terus bertanya "kalau 6 bulan manusia tidak berbuat dosa bisa gak yah?" dengan nada penasaran ayahnya menjawab dan bertanya "gak sayang ku, emang kenapa kok dari kemaren kamu nanyaanya kayak gitu?" "Iya yah aku mau memperhatikan setiap jalannya hidupku agar kita tidak berbuat dosa". Ayahnya bingung apa maksudnya perkataan anaknya sendiri. tapi ia hanya mengangguk dan berkata "wah, bagus deh". malamnya anak itu bertanya lagi "yah, mungkin gak 1 bulan manusia tidak berbuat dosa?" "gak mungkin sayang,," jawab ayahnya dengan setengah sadar kerena sudah ngantuk. keesokan harinya ia masih belum berhenti bertanya tantang hal yang sama "yah,, mungkin gak satu minggu manusia tidak berbuat dosa?" ayahnya menjawab hmmm... kayaknya enggak deh" lalu anak itu bertanya lagi "kalau 1 hari manusia tidak berbuat dosa mungkin gak yah?" dengan sdikit binggung ayahnya menjawab. mungin cuma satu hari, gak tiap hari" anak itu berkata dengan nada memohon " yah,, satu pertanyaan lagi ya, kalau satu jam manusia tidak berbuat dosa mungkin gak?" "lebih mungkin sih daripada satu hari." jawab ayahnya meyakinkan. dengan penuh tekad, anak itu berkata "baiklah kalau memang begitu, mulai dari sekarang aku akan memperhatikan jam per jam di hidup ku sehingga aku akan lebih memperkecil semua kesalahan yang kulakukan di satu jam dalam hidupku!" denagn terharu ayahnya baru mengerti apa yang diucapkan anaknya kemaren. lalu ayahnya memeluk anaknya dengan erat dengan penuh kehangatan dan kasih sayang. sambil sedikit menangis, ia berkata "tenang aja, ayah akan membantumu melakukannya."


-dapetnya kayaknya pernah denger di radio. tapi gak tau dari radio apa. tapi,, sepertinya sudah dirubah oleh Chita Nirmala-

_Thanks_

Jumat, 19 Maret 2010

Surat dari tahun 2070

Kepada

Yth

Manusia

Di

Tahun 2000


Aku hidup di tahun 2070. Aku berumur 50 tahun, tetapi kelihatan seperti sudah 85 tahun.


Aku mengalami banyak masalah kesehatan, terutama masalah ginjal karena aku minum sangat sedikit air putih.


Aku fikir aku tidak akan hidup lama lagi. Sekarang, aku adalah orang

yang paling tua di lingkunganku, Aku teringat disaat aku berumur 5

tahun semua sangat berbeda, masih banyak pohon di hutan dan tanaman

hijau di sekitar, setiap rumah punya halaman dan taman yang indah, dan

aku sangat suka bermain air dan mandi sepuasnya.


Sekarang, kami harus membersihkan diri hanya dengan handuk sekali pakai yang di basahi dengan minyak mineral.


Sebelumnya, rambut yang indah adalah kebanggaan semua perempuan.

Sekarang, kami harus mencukur habis rambut untuk membersihkan kepala

tanpa menggunakan air.


Sebelumnya, ayahku mencuci mobilnya dengan menyemprotkan air langsung

dari keran ledeng. Sekarang, anak-anak tidak percaya bahwa dulunya air

bisa digunakan untuk apa saja.


Aku masih ingat seringkali ada pesan yang mengatakan:" JANGAN MEMBUANG BUANG AIR"


Tapi tak seorangpun memperhatikan pesan tersebut. Orang beranggapan

bahwa air tidak akan pernah habis karena persediaannya yang tidak

terbatas. Sekarang, sungai, danau, bendungan dan air bawah tanah

semuanya telah tercemar atau sama sekali kering. Pemandangan sekitar

yang terlihat hanyalah gurun-gurun pasir yang tandus. Infeksi saluran

pencernaan, kulit dan penyakit saluran kencing sekarang menjadi

penyebab kematian nomor satu. Industri mengalami kelumpuhan, tingkat

pengangguran mencapai angka yang sangat dramatik. Pekerja hanya dibayar

dengan segelas air minum per harinya.Banyak orang menjarah air di

tempat-tempat yang sepi. 80% makanan adalah makanan sintetis.

Sebelumnya, rekomendasi umum untuk menjaga kesehatan adalah minum

sedikitnya 8 gelas air putih setiap hari. Sekarang, aku hanya bisa

minum setengah gelas air setiap hari.


Sejak air menjadi barang langka, kami tidak mencuci baju, pakaian bekas

pakai langsung dibuang, yang kemudian menambah banyaknya jumlah sampah.


Kami menggunakan septic tank untuk buang air, seperti pada masa lampau, karena tidak ada air.


Manusia di jaman kami kelihatan menyedihkan: tubuh sangat lemah; kulit

pecah-pecah akibat dehidrasi; ada banyak koreng dan luka akibat banyak

terpapar sinar matahari karena lapisan ozon dan atmosfir bumi semakin

habis. Karena keringnya kulit, perempuan berusia 20 tahun kelihatan

seperti telah berumur 40 tahun.


Para ilmuwan telah melakukan berbagai investigasi dan penelitian,

tetapi tidak menemukan jalan keluar. Manusia tidak bisa membuat air.

Sedikitnya jumlah pepohonan dan tumbuhan hijau membuat ketersediaan

oksigen sangat berkurang, yang membuat turunnya kemampuan intelegensi

generasi mendatang.


Morphology manusia mengalami perubahan... yang menghasilkan/ melahirkan

anak-anak dengan berbagai masalah defisiensi, mutasi, dan malformasi.

Pemerintah bahkan membuat pajak atas udara yang kami hirup: 137 m3 per

orang per hari. [31.102 galon]


Bagi siapa yang tidak bisa membayar pajak ini akan dikeluarkan dari

"kawasan ventilasi" yang dilengkapi dengan peralatan paru-paru mekanik

raksasa bertenaga surya yang menyuplai oksigen. Udara yang tersedia di

dalam "kawasan ventilasi" tidak berkulitas baik, tetapi setidaknya

menyediakan oksigen untuk bernafas.Umur hidup manusia rata-rata adalah

35 tahun.


Beberapa negara yang masih memiliki pulau bervegetasi mempunyai sumber

air sendiri. Kawasan ini dijaga dengan ketat oleh pasukan bersenjata.

Air menjadi barang yang sangat langka dan berharga, melebihi emas atau

permata.


Disini ditempatku tidak ada lagi pohon karena sangat jarang turun

hujan. Kalaupun hujan, itu adalah hujan asam.Tidak dikenal lagi adanya

musim. Perubahan iklim secara global terjadi di abad 20 akibat efek

rumah kaca

dan polusi.


Kami sebelumnya telah diperingatkan bahwa sangat penting untuk menjaga

kelestarian alam, tetapi tidak ada yang peduli. Pada saat anak

perempuanku bertanya bagaimana keadaannya ketika aku masih muda dulu,

aku menggambarkan bagaimana indahnya hutan dan alam sekitar yang masih

hijau. Aku menceritakan bagaimana indahnya hujan, bunga, asyiknya

bermain air, memancing di sungai, dan bisa minum air sebanyak yang kita

mau. Aku menceritakan bagaimana sehatnya manusia pada masa itu.


Dia bertanya: - Ayah ! Mengapa tidak ada air lagi sekarang ?


Aku merasa seperti ada yang menyumbat tenggorokanku. ..


Aku tidak dapat menghilangkan perasaan bersalah, karena aku berasal

dari generasi yang menghancurkan alam dan lingkungan dengan tidak

mengindahkan secara serius pesan-pesan pelestarian. .. dan banyak orang

lain juga !. Aku berasal dari generasi yang sebenarnya bisa merubah

keadaan, tetapi tidak ada seorangpun yang melakukan. Sekarang, anak dan

keturunanku yang harus menerima akibatnya, Sejujurnya, dengan situasi

ini kehidupan di planet bumi tidak akan lama lagi punah, karena

kehancuran alam akibat ulah manusia sudah mencapai titik akhir.


Aku berharap untuk bisa kembali ke masa lampau dan meyakinkan umat

manusia untuk mengerti apa yang akan terjadi... Pada saat itu masih ada

kemungkinan dan waktu bagi kita untuk melakukan upaya menyelamatkan

planet bumi ini !


Tolong Kirim surat ini ke semua teman dan kenalan anda, walaupun hanya

berupa pesan, kesadaran global dan aksi nyata akan pentingnya

melestarikan air dan lingkungan harus dimulai dari setiap orang.


Persoalan ini adalah serius dan sebagian sudah menjadi hal yang nyata dan terjadi di sekitar kita.


Lakukan untuk anak dan keturunan mu kelak


AIR DAN

BUMI UNTUK MASA DEPAN

Jumat, 22 Januari 2010

Kenangan dari Aina

pernah gak sih kebayang kadang Tuhan tuh ngasih cobaan yang beraaaat banget?? kayaknya kita tuh kalo udah kayak gitu bawaannya pasti "Duh, gmana nih, rese bangat deh ni keadaan", selalu pasti kita nyalahin keadaan. tapi kalau buat Aina nggak. Aina itu, gak gamapang putus asa, dia tetep mau seneng seneng bareng kita walaupun kita tau dia itu pasti risih karena penyakitnya ini. dia itu tangguh, dan tetep mensyukuri kalo ini-tuh aku. aku yang sedang kanker, aku yang menderita, aku yang umurnya tidak akan panjang. tapi, dia ambil sisi positifnya. dia akan terus diperhatikan, dan dia juga akan mempunyai banyak teman yang peduli sama dia, dan dia tidak akan menghadapi berbagai rintangan di Dunia yang fna ini. tapi sekarang dia emang udah gak ada di sini. dia udah kembali ke sang pencipta, udah kembali ke tempat yang sangat bahagia,tempat yang sangat indah, dan tempat yang diimpikan semua orang di akhir hayatnya. kenangan yang sangat keren itu PUISInya. jago banet Aina bikin puisi. puisinya itu sangat menyentuh hati, dan bisa bikin kita langsung introspeksi diri. Jadi initi dari puisi Aina itu
1 jangan pernah kita nyerah karena hanya kesalahan dan rintangan kecil. 2 jangn kita sering menangis, sebaliknya kita harus bersyukur karena kita udah bisa menghadapi hidup dengan sehat dan normal. 3 ngapain sig ngomel ngomel sendiri cuma karena satu masalah keci yang gak selsai-selsai. 4 jangan mudah nangis hanya cuma luka yang kecil banget. padahal Aina da kawan- kawan aja masih bisa senng- seneng, kenapa kita nangis cumakerena satu hal yang gak selesai-selsai??

Jumat, 11 Desember 2009

Pengorbanan Tragis seorang Ibu

Jalannya sudah tertatih-tatih, karena usianya sudah lebih dari 70 tahun, sehingga kalau tidak perlu sekali, jarang ia bisa dan mau keluar rumah. Walaupun ia mempunyai seorang anak perempuan, ia harus tinggal di rumah jompo, karena kehadirannya tidak diinginkan. Masih teringat olehnya, betapa berat penderitaannya ketika akan melahirkan putrinya tersebut. Ayah dari anak tersebut minggat setelah menghamilinya tanpa mau bertanggung jawab atas perbuatannya.

Di samping itu keluarganya menuntut agar ia menggugurkan bayi yang belum dilahirkan, karena keluarganya merasa malu mempunyai seorang putri yang hamil sebelum nikah, tetapi ia tetap mempertahakannya, oleh sebab itu ia diusir dari rumah orang tuanya. Selain aib yang harus di tanggung, ia pun harus bekerja berat di pabrik untuk membiayai hidupnya. Ketika ia melahirkan putrinya, tidak ada seorang pun yang mendampinginya. Ia tidak mendapatkan kecupan manis maupun ucapan selamat dari siapapun juga, yang ia dapatkan hanya cemohan, karena telah melahirkan seorang bayi haram tanpa bapa.

Walaupun demikian ia merasa bahagia sekali atas berkat yang didapatkannya dari Tuhan di mana ia telah dikaruniakan seorang putri. Ia berjanji akan memberikan seluruh kasih sayang yang ia miliki hanya untuk putrinya seorang, oleh sebab itulah putrinya diberi nama Love-Kasih. Siang ia harus bekerja berat di pabrik dan di waktu malam hari ia harus menjahit sampai jauh malam, karena itu merupakan penghasilan tambahan yang ia bisa dapatkan.

Terkadang ia harus menjahit sampai dengan jam dua pagi, tidur lebih dari empat jam sehari itu adalah sesuatu kemewahan yang tidak pernah ia dapatkan. Bahkan Sabtu Minggu pun ia masih bekerja menjadi pelayan restaurant. Ini ia lakukan semua agar ia bisa membiayai kehidupan maupun biaya sekolah putrinya yang tercinta. Ia tidak mau menikah lagi, karena ia masih tetap mengharapkan, bahwa pada suatu saat ayah dari putrinya akan datang balik kembali kepadanya, di samping itu ia tidak mau memberikan ayah tiri kepada putrinya.

Sejak ia melahirkan putrinya ia menjadi seorang vegetarian, karena ia tidak mau membeli daging, itu terlalu mahal baginya, uang untuk daging yang seyogianya ia bisa beli, ia sisihkan untuk putrinya. Untuk dirinya sendiri ia tidak pernah mau membeli pakaian baru, ia selalu menerima dan memakai pakaian bekas pemberian orang, tetapi untuk putrinya yang tercinta, hanya yang terbaik dan terbagus ia berikan, mulai dari pakaian sampai dengan makanan.

Pada suatu saat ia jatuh sakit, demam panas. Cuaca di luaran sangat dingin sekali, karena pada saat itu lagi musim dingin menjelang hari Natal. Ia telah menjanjikan untuk memberikan sepeda sebagai hadiah Natal untuk putrinya, tetapi ternyata uang yang telah dikumpulkannya belum mencukupinya. Ia tidak ingin mengecewakan putrinya, maka dari itu walaupun cuaca di luaran dingin sekali, bahkan dalam keadaan sakit dan lemah, ia tetap memaksakan diri untuk keluar rumah dan bekerja.

Sejak saat tersebut ia kena penyakit rheumatik, sehingga sering sekali badannya terasa sangat nyeri sekali. Ia ingin memanjakan putrinya dan memberikan hanya yang terbaik bagi putrinya walaupun untuk ini ia harus berkorban, jadi dalam keadaan sakit ataupun tidak sakit ia tetap bekerja, selama hidupnya ia tidak pernah absen bekerja demi putrinya yang tercinta.

Karena perjuangan dan pengorbanannya akhirnya putrinya bisa melanjutkan studinya di luar kota. Di sana putrinya jatuh cinta kepada seorang pemuda anak dari seorang konglomerat beken. Putrinya tidak pernah mau mengakui bahwa ia masih mempunyai orang tua. Ia merasa malu bahwa ia ditinggal minggat oleh ayah kandungnya dan ia merasa malu mempunyai seorang ibu yang bekerja hanya sebagai babu pencuci piring di restaurant. Oleh sebab itulah ia mengaku kepada calon suaminya bahwa kedua orang tuanya sudah meninggal dunia.

Pada saat putrinya menikah, ibunya hanya bisa melihat dari jauh dan itupun hanya pada saat upacara pernikahan di gereja saja. Ia tidak diundang, bahkan kehadirannya tidaklah diinginkan. Ia duduk di sudut kursi paling belakang di gereja, sambil mendoakan agar Tuhan selalu melindungi dan memberkati putrinya yang tercinta. Sejak saat itu bertahun-tahun ia tidak mendengar kabar dari putrinya, karena ia dilarang dan tidak boleh menghubungi putrinya. Pada suatu hari ia membaca di koran bahwa putrinya telah melahirkan seorang putera, ia merasa bahagia sekali mendengar berita bahwa ia sekarang telah mempunyai seorang cucu.

Ia sangat mendambakan sekali untuk bisa memeluk dan menggendong cucunya, tetapi ini tidak mungkin, sebab ia tidak boleh menginjak rumah putrinya. Untuk ini ia berdoa tiap hari kepada Tuhan, agar ia bisa mendapatkan kesempatan untuk melihat dan bertemu dengan anak dan cucunya, karena keinginannya sedemikian besarnya untuk bisa melihat putri dan cucunya, ia melamar dengan menggunakan nama palsu untuk menjadi babu di rumah keluarga putrinya. Ia merasa bahagia sekali, karena lamarannya diterima dan diperbolehkan bekerja di sana. Di rumah putrinya ia bisa dan boleh menggendong cucunya, tetapi bukan sebagai Oma dari cucunya melainkan hanya sebagai bibi pembantu dari keluarga tersebut. Ia merasa berterima kasih sekali kepada Tuhan, bahwa ia permohonannya telah dikabulkan.

Di rumah putrinya, ia tidak pernah mendapatkan perlakuan khusus, bahkan binatang peliharaan mereka jauh lebih dikasihi oleh putrinya daripada dirinya sendiri. Di samping itu sering sekali dibentak dan dimaki oleh putri dan anak darah dagingnya sendiri, kalau hal ini terjadi ia hanya bisa berdoa sambil menangis di dalam kamarnya yang kecil di belakang dapur. Ia berdoa agar Tuhan mau mengampuni kesalahan putrinya, ia berdoa agar hukuman tidak dilimpahkan kepada putrinya, ia berdoa agar hukuman itu dilimpahkan saja kepadanya, karena ia sangat menyayangi putrinya.

Setelah bekerja bertahun-tahun sebagai babu tanpa ada orang yang mengetahui siapa dirinya di rumah tersebut, akhirnya ia menderita sakit dan tidak bisa bekerja lagi. Mantunya merasa berhutang budi kepada pelayan tuanya yang setia ini sehingga ia memberikan kesempatan untuk menjalankan sisa hidupnya di rumah jompo. Puluhan tahun ia tidak bisa dan tidak boleh bertemu lagi dengan putri kesayangannya. Uang pension yang ia dapatkan selalu ia sisihkan dan tabung untuk putrinya, dengan pemikiran siapa tahu pada suatu saat ia membutuhkan bantuannya.

Pada tahun lampau beberapa hari sebelum hari Natal, ia jatuh sakit lagi, tetapi ini kali ia merasakan bahwa saatnya sudah tidak lama lagi. Ia merasakan bahwa ajalnya sudah mendekat. Hanya satu keinginan yang ia dambakan sebelum ia meninggal dunia, ialah untuk bisa bertemu dan boleh melihat putrinya sekali lagi. Di samping itu ia ingin memberikan seluruh uang simpanan yang ia telah kumpulkan
selama hidupnya, sebagai hadiah terakhir untuk putrinya.

Suhu di luaran telah mencapai 17 derajat di bawah nol dan salju pun turun dengan lebatnya, jangankan manusia anjing pun pada saat ini tidak mau keluar rumah lagi, karena di luaran sangat dingin, tetapi Nenek tua ini tetap memaksakan diri untuk pergi ke rumah putrinya. Ia ingin bertemu dengan putrinya sekali lagi yang terakhir kali. Dengan tubuh menggigil karena kedinginan, ia menunggu datangnya bus berjam2 di luaran. Ia harus dua kali ganti bus, karena jarak rumah jompo tempat di mana ia tinggal letaknya jauh dari rumah putrinya. Satu perjalanan yang jauh dan tidak mudah bagi seorang nenek tua yang berada dalam keadaan sakit.

Setiba di rumah putrinya dalam keadaan lelah dan kedinginan ia mengetuk rumah putrinya dan ternyata putrinya sendiri yang membukakan pintu rumah gedong di mana putrinya tinggal. Apakah ucapan selamat datang yang diucapkan putrinya? Apakah rasa bahagia bertemu kembali dengan ibunya? Tidak! Bahkan ia ditegor: "Kamu sudah bekerja di rumah kami puluhan tahun sebagai pembantu, apakah kamu tidak tahu bahwa untuk pembantu ada pintu khusus, ialah pintu di belakang rumah!"

"Nak, Ibu datang bukannya untuk bertamu melainkan hanya ingin memberikan hadiah Natal untukmu. Ibu ingin melihat kamu sekali lagi, mungkin yang terakhir kalinya, bolehkah saya masuk sebentar saja, karena di luaran dingin sekali dan sedang turun salju. Ibu sudah tidak kuat lagi nak!" kata wanita tua itu. "Maaf saya tidak ada waktu, di samping itu sebentar lagi kami akan menerima tamu seorang pejabat tinggi, lain kali saja. Dan kalau lain kali mau datang telepon dahulu, jangan sembarangan datang begitu saja!" ucapan putrinya dengan nada kesal. Setelah itu pintu ditutup dengan keras. Ia mengusir ibu kandungnya sendiri, seperti juga mengusir seorang pengemis. Tidak ada rasa kasih, jangankan kasih belas kesian pun tidak ada.

Setelah beberapa saat kemudian bel rumah bunyi lagi, ternyata ada orang mau pinjam telepon di rumah putrinya "Maaf Bu, mengganggu, bolehkah kami pinjam teleponnya sebentar untuk menelpon ke kantor polisi, sebab di halte bus di depan ada seorang nenek meninggal dunia, rupanya ia mati kedinginan!" Wanita tua ini mati bukan hanya kedinginan jasmaniahnya saja, tetapi juga perasaannya. Ia sangat mendambakan sekali kehangatan dari kasih sayang putrinya yang tercinta yang tidak pernah ia dapatkan selama hidupnya.

RENUNGAN:

Seorang Ibu bisa dan mampu memberikan waktunya 24 jam sehari bagi anak-anaknya, tidak ada perkataan siang maupun malam, tidak ada perkataan lelah ataupun tidak mungkin dan ini 366 hari dalam setahun.

Seorang Ibu mendoakan dan mengingat anaknya tiap hari bahkan tiap menit dan ini sepanjang masa. Bukan hanya setahun sekali saja pada hari-hari tertentu. Kenapa kita baru bisa dan mau memberikan bunga maupun hadiah kepada Ibu kita hanya pada waktu hari Ibu saja, sedangkan di hari-hari lainnya tidak pernah mengingatnya, boro-boro memberikan hadiah, untuk menelpon saja kita tidak punya waktu. Kita akan bisa lebih membahagiakan Ibu kita apabila kita mau memberikan sedikit waktu kita untuknya, waktu nilainya ada jauh lebih besar daripada bunga maupun hadiah.

Renungkanlah:
Kapan kita terakhir kali menelpon Ibu?

Kapan kita terakhir mengundang Ibu?

Kapan terakhir kali kita mengajak Ibu jalan2?

Dan kapan terakhir kali kita memberikan kecupan manis dengan ucapan terima kasih kepada Ibu kita?

Dan kapankah kita terakhir kali berdoa untuk Ibu kita?

Berikanlah kasih sayang selama Ibu kita masih hidup,

percuma kita memberikan bunga maupun tangisan

apabila Ibu telah berangkat,

karena Ibu tidak akan bisa melihatnya lagi.

When Mother prayed, she found sweet rest,

When Mother prayed, her soul was blest;

Her heart and mind on God were stayed,

And God was there when Mother prayed!

Our thanks, O God, for mothers

Who show, by word and deed,

Commitment to Thy will and plan

And Thy commandments heed.

A thousand men may build a city,

but it takes a mother to make a home.

Apabila Anda mengasihi Ibunda Anda sebarkanlah tulisan ini kepada rekan-rekan lainnya, agar mereka juga sadar selama Ibunda mereka masih hidup berikanlah bakti kasih Anda kepada Ibunda terkasih sebelumnya terlambat.